Penghitung ROI Pelatihan

 

 

Pelatihan karyawan adalah suatu keniscayaan dan memerlukan  investasi yang tidak sedikit. Bagaimana menghitung sesuai  atau tidaknya investasi yang ditanamkan?

 

HR PPT – Sekalipun menyadari amat pentingnya pelatihan untuk  karyawan, tidak tidak banyak  pimpinan perusahaan yang tak mau  mengucurkan duit  yang  dibutuhkan. Di samping  memang besar jumlahnya, pimpinan pun  sering tidak mendapat   umpan-balik hasil pelatihan untuk  perusahaan. Diperlukan adanya laporan yang bisa  menunjukkan akibat  dari program pelatihan untuk  perusahaan dengan ukuran yang biasa digunakan  dalam berinvestasi, yakni  ROI (Return On Investment).

entu saja bila  dapat  efektif, tidak bakal  ada keberatan dari pimpinan perusahaan untuk mengerjakan  investasi  dalam pengembangan karyawannya (human investing).

Menghitung ROI pelatihan memang tidaklah mudah. Barangkali sebab  itulah dalam praktik ROI tidak tidak sedikit  digunakan guna  mengevaluasi keefektifan pelatihan. Sekalipun demikian, pemakaian  ROI tetap butuh  diupayakan sebab  memberikan umpan-balik hasil pelatihan yang paling menyeluruh  dan ini menjadi tantangan untuk  bagian HR (Human Resource) guna  memfasilitasinya.

ROI pelatihan dihitung dengan rumus: nilai bersih guna  nyata pelatihan dipecah  dengan ongkos  pelatihan kali 100. Sebagai contoh, ongkos  program pelatihan (dengan 20 orang peserta) sebesar Rp 40 juta; guna  program pelatihan sebesar Rp 100 juta; maka ROI pelatihan = (100 – 40) / 40 x 100% = 150%.

Semakin besar ROI yang diperoleh, semakin efektif program pelatihan sebab  memberikan perusahaan nilai guna  yang semakin besar. Biasanya, ongkos  pelatihan lebih gampang  dihitung. Sebaliknya, mengukur nilai guna  pelatihan perlu  upaya yang jauh lebih besar.

Langkah-langkah yang perlu dilaksanakan  adalah: (1) menulis  dan menghitung biaya-biaya pelatihan; (2) menilai  indikator keberhasilan (manfaat) pelatihan, teknik  mengukurnya, dan mengoleksi  data; (3) isolasi pengaruh pelatihan; (4) mengerjakan  konversi guna  pelatihan kedalam nilai moneter (rupiah); dan (5) menghitung ROI.

Biaya pelatihan merangkum  antara lain: ongkos  perancangan dan pengembangan program pelatihan, ongkos  pemakai an kemudahan  pelatihan (tempat/ruangan/laboratorium/ peralatan), ongkos  pengadaan bahan pelatihan untuk  setiap peserta, ongkos  instruktur/fasilitator, ongkos  konsumsi, ongkos  transportasi, ongkos  penginapan, gaji (plus tunjangan kesejahteraan) karyawan peserta sekitar  pelatihan, serta ongkos  administrative & overhead program pelatihan.

Indikator keberhasilan pelatihan bisa  menurut  aspek-aspek keluaran (output), mutu, waktu, dan biaya. Aspek keluaran dapat  menggunakan ukuran-ukuran seperti penambahan  unit produksi, produktivitas, unit penjualan, perputaran persediaan, dan peningkatan  akun/ pelanggan baru. Ukuran aspek mutu bisa  berupa penurunan kegagalan produk, cacatnya produk, tingkat kes

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *